oleh

Jum’at Curhat Kali Ini, Polsek Sarudu, Pemdes Sipakainga dan Tokoh Masyarakat Tekankan Soal Ternak Liar

PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Polsek Sarudu kembali gelar Jum’at Curhat bertempat Balai desa Sipakainga, kecamatan Duripoku, kabupaten Pasangkayu, Jum’at (03/03/23).

Hadir pada kegiatan tersebut antaranya, Kanit Binmas Polsek Sarudu, IPDA H Darwis, Kades Sipakainge, Ahmad, Sekdes Sipakainga, Ridwan, Babinsa Sarudu, Serda Hardiman, BKTM desa Sipakainge Brigpol Ismail. H, para Kepala Dusun dan Tokoh Masyarakat.

Pada Jum’at Curhat kali ini mengangkat berbagai macam persoalan di desa Sipakainga antaranya soal hewan ternak yang dilepas secara liar, pencurian hewan dan buah sawit hingga persoalan aturan kawasan bebas rokok.

Dikesempatan itu, Sekdes Sipakainge, Ridwan, menekankan tentang hewan ternak yang banyak dilepas secara liar oleh pemiliknya serta bagaimana penindakan tegas terhadap pemilik hewan yang tidak mengindahkan Perdes yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes).

“Pemdes Sipakainga akan mengambil tindakan tegas kepada pemilik hewan yang melepas ternaknya atau tanpa dikandangkan, sesuai Perdes yang berlaku,” terang Ridwan.

Dikesempatan yang sama, Anggota BPD Sipakainga, Andi dawing, dalam curhatnya menyampaikan terkait maraknya pencurian hewan ternak dan buah sawit yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Ia menyarankan kepada Pemdes Sipakainga untuk kembali mengaktifkan pos ronda ditiga jalan masuk desa, guna antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk antisipasi masalah ini diperlukan kepedulian dan sinergitas antar Pemdes, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan warga, termasuk soal pengaturan jaga di pos ronda,” tuturnya.

Sementara Petugas Kesehatan Puskesmas Duripoku, Indra, menanyakan aturan Pemerintah yang mengatur tentang kawasan tanpa rokok yang banyak ditantang oleh masyarakat, sementara di dalam kawasan termasuk prasarana kesehatan, sekolah dan tempat forum dilarang untuk merokok dan kebanyakan perokok tidak mematuhinya.

Menanggapi hal itu, Kanit Binmas Polsek Sarudu, IPDA H, menyarankan kepada petugas kesehatan agar dalam penegakan Perda kawasan bebas rokok menghimbau dengan humanis, sehingga tidak mengundang ketersinggungan bagi para perokok.

“Terkait berbagai persoalan yang kita bahas pada kesempatan ini, diperlukan sinergitas yang baik dari semua unsur. Baik Polri, TNI, Pemdes maupun Tokoh Masyarakat, agar kejadian serupa dapat diselesaikan sesuai harapan bersama,” pungkasnya. (Ansar/Er)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *