oleh

Ini Penjelasan Kadis Perkebunan Dan Peternakan Pasangkayu Soal Penyakit MUKU Pada Hewan Ternak

PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net
DPRD kabupaten Pasangkayu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan di ruang rapat aspirasi, Selasa (31/05/22).

RDP ini dimaksudkan untuk mendengarkan penjelasan Dinas Perkebunan dan Peternakan, terkait sejauh mana penyebaran penyakit Mulut dan Kuku (MUKU) pada hewan ternak di kabupaten Pasangkayu.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Perkebunan dan Peternakan kabupaten Pasangkayu, Agus Subekti mengatakan bahwa penyakit MUKU awalnya ditemukan di kabupaten Malang dan saat ini mulai menyebar diseluruh Indonesia. Namun, di kabupaten Pasangkayu belum ada terindikasi ditemukan penyakit MUKU.

“Kecil kemungkinan penyakit MUKU masuk di kabupaten Pasangkayu. Sebab, daerah kita termasuk produsen, bahkan baru- baru ini kita mengekspor sapi ke daerah lain sebanyak 140 ekor dan hari ini kita kirim lagi 40 ekor ke Kalimantan”, tuturnya.

Agus Subekti menjelaskan bahwa pihaknya juga rutin melakukan pengawasan, pemeriksaan dan pemberian obat terhadap hewan ternak.

“Kita sudah mendirikan empat (4) posko di wilayah kabupaten pasangkayu, sebagai tempat pengaduan masyarakat jika hewan ternak mereka mengalami penyakit MUKU dan masing-masing posko telah ditempatkan dokter hewan”, terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jelang hari raya Idul Qurban, pihaknya terus pro aktif melakukan pengawasan dan pemeriksaan pada hewan ternak, terutama pada sapi dan kambing, guna memastikan sehat serta siap dikonsumsi.

“Hewan ternak yang akan dipotong pada Idul Qurban akan diperiksa terlebih dahulu oleh dokter hewan, agar tidak menimbulkan keraguan untuk dikonsumsi”, pungkasnya. (Er/Jml)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *