oleh

Ini Tanggapan CDAM PT. AAL Terkait Keresahan Petani Soal Anjloknya Harga TBS

PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Akhir-akhir ini harga Tandan buah Segar (TBS) sawit anjlok. Hal itu membuat petani sawit khususnya di kabupaten Pasangkayu berharap agar hasil produksi sawit mereka terserap atau dibeli pihak Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) sesuai ketentuan pemerintah.

Anjolknya harga TBS itu disebabkan pemerintah pusat sempat memberlakukan larangan ekspor dengan alasan terjadinya kelangkaan minyak goreng dimasyarakat, serta adanya skema aturan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO). Dan saat ini kran ekspor kembali dibuka oleh pemerintah pusat.

Menyikapi keresahaan petani sawit di Kabupaten Pasangkayu, Bupati Yaumil Ambo Djiwa mengundang stakeholder terkait seperti Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Perjuangan, manejemen PKS PT. Awana Sawit Lestari, PT. Toscano, PT. Unggul Widya Teknologi Lestari, dan anak perusahaan PT. Astra Agro Lestari (AAL) yakni PT. Surya Raya Lestari I, PT. Letawa serta PT. Pasangkayu.

Undangan pertemuan Bupati Pasangkayu itu guna mencari solusi bersama terhadap rendahnya harga TBS saat ini, berlangusung di ruang kerja bupati Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Rabu (13/07/22).

Bupati Yaumil menyatakan, dirinya selaku pemerintah daerah memfasilitasi untuk menyampaikan keluhan para petani sawit, dan diharapkan pihak perusahaan mendengarkan dan mau menyerap serta menaikkan harga TBS sesuai ketentuan pemerintah.

“Kami maklum terkait harga TBS ini adalah masalah global. Perusahaan mengikuti mekanisme pasar. Tapi, setidaknya perusahaan juga mau mendengarkan keluhan petani, sebab bagaimanapun perusahaan adalah mitra kami dalam mensejahterakan masyarakat,” harap Yaumil di dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (17/07/22).

Terpisah, Community Development Area Manager (CDAM) PT AAL Area Celebes I, Oka Arimbawa, menyampaikan kesimpulan hasil rapat dengan Bupati Pasangkayu, dimana saat ini tren harga Crude Palm Oil (CPO) naik, maka harga TBS bisa dinaikkan oleh pihak perusahaan.

“Saat sudah adanya penjualan (ekspor) CPO, maka penyerapan TBS petani bisa ditambah kuotanya (pembeliannya) oleh pihak perusahaan,” pesan Oka melalui aplikaksi whatsapp (WA).

Oka Arimbawa mengaku, pihaknya akan menambah kuota penyerapan TBS dari petani sawit saat penjualan CPO sudah ada.

“Selama ini pihak perusahaan tak pernah ingin merugikan petani sawit, justru kehadiran perusahaan akan membantu kesejahterakan masyarakat khususnya petani sawit,” pungkasnya. (Nis/Er)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *