PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR-RI dapil Provinsi Sulbar, menggelar Sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja.
Giat tersebut dilaksanakan di aula kantor Camat Sarjo, kabupaten Pasangkayu, Sabtu (23/07/22).
Hadir dalam kegiatan antaranya, anggota DPR RI Komisi IX, Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal, Kepala BKKBN Provinsi Sulbar, Nuryamin S.tp, MM, Kadis P2KBP3A, Suri Fitriah, S.Sos, M.Si, Kades Sarude, Abd Rahman, Babinsa Koramil 1427-02/Bambalamotu, Serda Fadlin, Kopda Dedy Cristian, Ka SPKT Polsek Bambalamotu, Aipda Sardi serta para Kapala Dusun desa Sarude.
Dalam sambutannya, Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal, menuturkan bahwa salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi serta berkompetisi ditingkat global.
Olehnya itu, lanjut Andi Ruskati, pihaknya bersama BKKBN akan membangun konsep keluarga berkualitas serta program pencegahan stunting dan pernikahan usia dini.
“Upaya ini harus didukung pihak terkait, bagaimana masyarakat diajak untuk sama-sama mencegah stunting dengan pola mengkonsumsi makanan bernutrisi dan rajin memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat,” tuturnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala BKKBN Provinsi Sulbar, Nuryamin S.tp, MM mengatakan, keluarga berencana mempunyai peran penting dalam peningkatan kualitas SDM serta pencegahan stunting dan pernikahan usia anak.
“Melalui program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana yang komprehensif dapat meningkatkan kualitas keluarga yang mampu menjadi keluarga berkualitas bagi peningkatan SDM dan pembangunan,” ujarnya.
Sambungnya, diharapkan para perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah stunting.
“Program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana berfokus pada mencegah kematian ibu dan bayi serta menghindari menikah terlalu muda dan terlalu banyak anak,” terangnya.
Sementara Kadis P2KBP3A Pasangkayu, Suri Fitriah, S.Sos, M.Si, menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan dua hal yang saling terkait. Pemerintah memiliki kewajiban menjamin hak perempuan dan anak Indonesia yang merupakan hulu kualitas generasi penerus bangsa.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan stunting perlu peran semua pihak dan tidak semata bertumpu pada pemerintah, juga diperlukan dukungan tokoh Masyarakat, Agama, Adat dan tokoh perempuan, demi masa depan generasi yang lebih baik.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk berkolaborasi mewujudkan keluarga berkualitas, bebas stunting sekaligus mengajak masyarakat berkomitmen untuk menolak pernikahan usia anak, dimana pernikahan tersebut penyumbang tertinggi stunting di wilayah Sulbar,” ucapnya.
Terpisah, Serda Fadlin menegaskan bahwa dirinya bersama Babinsa lainnya yang bertugas di wilayah Koramil 1427-02/Bambalamotu, siap mendukung program BKKBN Provinsi Sulbar dan Dinas P2KBP3A kabupaten Pasangkayu, dalam upaya pencegahan serta penurunan angka stunting.
“Kami siap membantu para penyuluh KB, guna mengedukasi masyarakat terkait soal stunting dan pencegahan pernikahan usia anak,” pungkasnya. (Er)





Komentar