oleh

Babinsa Sertu Saeri Dampingi Tim BKKBN Sulbar Pada Kegiatan Pelayanan KB

PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Babinsa Koramil 1427-02/Bambalamotu, Sertu Saeri laksanakan pendampingan kegiatan pelayanan KB dari BKKBN Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Kegiatan dilaksanakan di Pusat Pelayanan Terpadu (Pustu), desa Kalola, kecamatan Bambalamotu, kabupaten Pasangkayu, Rabu (18/01/23).

Selain Petugas Pelayanan KB Provinsi Sulbar, Andi Anti, kegiatan ini juga dihadiri Kadis P2KBP3A kabupaten Pasangkayu, Suri Fitriah serta beberapa kader KB kecamatan Bambalamotu.

Kadis P2KBP3A Pasangkayu, Suri Fitriah, mengatakan, kegiatan pelayanan KB ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah peserta KB, membina peserta KB aktif, penurunan tingkat kelahiran, menciptakan keluarga kecil sejahtera melalui pengendalian pertumbuhan.

“Program KB adalah bagian terpadu (integral) dalam program pembangunan nasional yang bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.

“Keluarga Berencana adalah suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk, maka dari itu program KB ini diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS), berorientasi pada pertumbuhan yang seimbang,” terangnya.

Selain itu lanjut Suri Fitriah, KB pasca persalinan merupakan salah satu upaya pencegahan kasus stunting, melalui KB pasca persalinan, pasangan usia subur akan terhindar dari 4 Terlalu (Terlalu muda melahirkan, Terlalu tua melahirkan, Terlalu sering melahirkan dan Terlalu dekat jarak melahirkan) sehingga akan terhindar dari risiko stunting.

“Kami harapkan peran Kader TPK khususnya Bidan untuk selalu mendampingi ibu hamil dalam proses ANC sampai dengan persalinan, dengan melakukan konseling terkait dengan KB pasca persalinan,” harap Suri Fitriah.

Terpisah, Sertu Saeri menuturkan, dirinya sebagai Babinsa selalu siap mendampingi dan mendukung setiap pelaksanaan program pemerintah di wilayah tugasnya, seperti halnya mendukung upaya penurunan angka stunting di kabupaten Pasangkayu.

Ia juga mengungkapkan beberapa jenis alat kontrasepsi pelayanan KB yang dilaksanakan antaranya, pemasangan implan (Susuk), pelepasan implan (Susuk), suntik KB (1 dan 3 bulan), Pil (biasa dan menyusui) dan Kondom.

“Kita berharap kedepan angka stunting di wilayah Sulbar, khususnya kabupaten Pasangkayu dapat ditekan,” pungkasnya. (Erwin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *