oleh

BKKBN Sulbar Dorong Optimalisasi Aplikasi Online SIM-SDM

PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang bertugas di wilayah Kabupaten Pasangkayu, diharapkan segera memperbaharui data kepegawaian melalui aplikasi Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Sumber Daya Manusia (SDM), pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat.

Menindaklanjuti hal tersebut, BKKBN Sulbar melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengunaan aplikasi online SIM SDM yang diselenggarakan di aula kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Pengendalian Penduduk, Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Pasangkayu, Jumat (13/3/2020).

Kepala Dinas PPKBP3A Pasangkayu, Arhamuddin SE MAP yang didaulat membuka secara langsung acara tersebut, berharap kepada ke-39 penyuluh KB di Pasangkayu, agar memperhatikan dengan baik digitalisasi data yang diminta BKKBN Sulbar.

“Ini adalah penggunaan aplikasi yang isinya terpusat, sehingga tidak ada alasan bagi penyuluh kita untuk tidak melakukan update data secara online,” katanya sesaat setelah membuka kegiatan.

Disampaikannya, bahwa sejak ia diberi amanah oleh Bupati Pasangkayu di Dinas PPKBP3A, penyuluh KB terus didorong untuk terus melakukan sesuatu agar ada daya ungkit positif.

“Termasuk soal data kepegawaian yang baik sehingga memperjelas tugas masing-masing, dan kalau ini dilakukan dengan baik saya kira akan ada hasil yang didapatkan ke depannya,” terangnya.

Sementara Pjs Sekretaris BKKBN Sulbar Dermawan Baharuddin, menyampaikan maksud dan tujuan Bimtek ini dilaksanakan adalah merupakan tindaklanjut dari penggunaan aplikasi SIM SDM yang ada di BKKBN.

“Kita ingin peremejaan data, mulai dari SK CPNS, kenaikan pangkat, dan proses penerimaan pensiunan, semua harus terupdate melalui aplikasi itu,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa penyuluh BKKBN yang ada di Pemda Kabupaten, prinsipnya sudah memiliki data secara manual, namun harus dilakukan transfer data secara online di aplikasi yang sudah ditetapkan.

“Kita ini secara vertikal, jadi data-data keluarga harus diisi semua, karena bisa saja ketika itu tidak dilengkapi, maka pembayaran tidak mendapatkan haknya,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, bahwa untuk penyuluh di Pasangkayu, diharapkan sebisa mungkin agar melakukan transfer data ke aplikasi online hingga bulan April mendatang.

“Aplikasi ini terus berkembang, maka kita minta sasaran kinerja juga dilakukan digitalisasi, untuk kita cocokkan data manual yang ada,” pungkasnya. (egi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *