oleh

Bupati Dan Wabub Pasangkayu Sampaikan Hal Ini Di Forum OPD

Advetorial//PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Forum Organisasi pPerangkat Daerah (OPD), dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022, dibuka langsung oleh Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, didampingi Wabub, Herny Agus, Selasa (02/03/21).

Kesempatan itu sekaligus menjadi forum pertama Bupati dan Wabub bertatap muka langsung dengan para pimpinan OPD nya.

Mantan Wakil Ketua DPRD itu meminta kepada para kepala OPD bekerja secara baik, jujur, serta tetap memegang prinsip loyalitas. Pelayanan masyarakat pun mesti dilakukan dengan profesional dan tulus.

“Tanpa masyarakat saya tidak mungkin jadi bupati. Olehnya itu, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan baik dan lembut”, ucapnya.

Ia juga menekankan, kepala OPD harus bekerja berdasarkan peraturan yang ada, agar program pembangunan berjalan lancar tanpa tersandung kasus hukum.

“Seorang Camat harus cakap, mampu menyelesaikan persoalan ditingkat kecamatan. Jangan semua masalah dibawa ke Bupati untuk penyelesaiannya”, tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus, mengajak seluruh OPD membangun sistem kerja kolaborasi partisipatif dalam menyukseskan realisasi visi misinya lima tahun ke depan. Hal ini diperlukan ditengah anggaran daerah yang terbatas.

Menurutnya, OPD harus mampu berinovasi dan berkreasi untuk menjalankan program kerja. Minim biaya tapi dapat memberi dampak yang besar bagi masyarakat.

“Jadi, jangan lagi berperspektif ada anggaran atau tidak dalam menjalankan program. Kalau seperti itu, maka realisasi visi misi tidak akan maksimal. Sebab, kita tahu bersama anggaran terbatas. Kita bangun sistem swadaya, menguatkan masyarakat agar mereka bisa mandiri”, tambahnya.

Selain itu, Herny Agus juga memaparkan sembilan program unggulan yang terkemas dalam sembilan aksi Smart di masa pemerintahannya, dimana salah satunya mesti direalisasikan dengan sistem kolaborasi partisipatif yakni, program strong from home (penguatan fungsi rumah dan keluarga).

“Program strong from home dirumuskan untuk menjawab tantangan ketahanan keluarga di masa pandemi. Wujud programnya seperti pemanfaatan pekarangan. Ini tidak perlu anggaran banyak, cukup kita jadi motivator dan fasilitator, sehingga masyarakat sadar dan mau bergerak untuk menanam sayuran dan tanaman obat di pekarangan mereka, dalam rangka pemenuhan gizi keluarga”, jelasnya.

Sementara Sekkab, Firman, menambahkan, bahwa kepala OPD harus memahami dengan baik visi misi dan program pembangunan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Kemudian mampu menjelaskan dengan baik kepada bawahannya.

“Masalah selama ini, ada kesenjangan pemahaman antara tim perencana dengan kepala OPD, terkait visi misi, sehingga penyusunan program pembangunan ditingkat OPD terkadang tidak sinkron dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati”, terang Firman yang menjadi pembicara dalam forum itu.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua Komisi II DPRD Pasangkayu Muslihat Kamaluddin dan mantan Bupati Pasangkayu dua periode,
Agus Ambo Djiwa yang juga bertindak sebagai pembicara. (Er)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *