PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Dandim 1427/Pasangkayu, Letkol Inf. Novyaldi, SE, pimpin upacara tujuh belasan di Makodim, Senin (19/04/21).
Bertindak sebagai Perwira Upacara yakni, Pasi Pers Dim 1427/Pky, Lettu Inf. Abdul Malik dan Komandan Upacara, Danramil 1427-02/Randomayang, Kaptem Inf. Ismail.
Dikesempatan tersebut, Dandim 1427/Pasangkayu, Letkol Inf. Novyaldi, SE, membacakan amanat Panglima Kodam XIV/Hasanuddin.
Bahwa upacara bendera yang dilaksanakan setiap tanggal tujuh belas ini, bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan memelihara kedisiplinan sekaligus sebagai media komunikasi yang efektif bagi pimpinan dalam menyampaikan
berbagai arahan, petunjuk serta evaluasi yang terkait langsung
dengan pelaksanaan tugas pokok.
“Memasuki bulan pertama Triwulan II Tahun Anggaran 2021, kualitas kinerja kita dituntut lebih baik dari pada sebelumnya. Hal tersebut dapat terealisasi manakala setiap
individu di setiap satuan mempelajari dan menyadari berbagai kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan program kerja pada Triwulan pertama yang lalu”, terang Panglima Kodam XIV/Hasanuddin dalam amanatnya yang dibacakan Dandim.
Lanjutnya, untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas satuan, sangat dituntut kepedulian para pimpinan serta profesionalisme para prajurit dan PNS sehingga seberat apapun tantangan tugas yang dihadapi, dapat diselesaikan dengan baik.
“Hai ini penting saya tekankan karena optimalisasi pelaksanaan tugas satuan, sangat bergantung pada aspek profesionalitas, kualitas kinerja dan disiplin prajurit, sehingga menuntut adanya upaya pembinaan yang lebih maksimal di tiap-tiap satuan”, tuturnya.
Jika hal tersebut dapat diwujudkan di setiap satuan sambungnya, maka yakinlah bahwa kinerja anggota akan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, mengingat tugas yang dilaksanakan selama ini tidak jauh berbeda dengan waktu sebelumnya.
Selanjutnya, terkait penggunaan media sosial, saya minta seluruh prajurit dan PNS Kodam XIV/Hasanuddin agar tidak
terpengaruh dengan berbagai postingan di media sosial yang belum tentu benar, karena penyalahgunaan media sosial dengan memposting hal-hal yang tidak wajar seperti konten pornografi, berita hoax, ujaran kebencian dan mengkritik kebijakan
pemerintah merupakan pelanggaran hukum.
Selain itu, perlu juga diwaspadai adanya doktrin-doktrin yang
ditanamkan oleh kelompok radikal melalui media sosial, karena hal tersebut sangat berpotensi untuk
dipengaruhi oleh faham radikal.
“Menyikapi hal tersebut, saya perintahkan kepada para pimpinan satuan agar menekankan kembali
kepada seluruh anggotanya supaya lebih waspada dalam menggunakan media sosial. Perlu saya ingatkan, bahwa sebagai prajurit, kita harus tegak lurus satu komando yang berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI, sehingga apapun yang menjadi kebijakan Komando Atas, harus disikapi dan dilaksanakan secara tuntas serta loyalitas yang tinggi”, tegas Panglima Kodam XIV/Hasanuddin dalam amanatnya.
Selanjutnya, terkait musibah bencana alam seperti halnya banjir bandang yang pernah terjadi di Masamba, dan baru-baru ini terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut menunjukkan bahwa banjir bandang sewaktu-waktu dapat terjadi kapan dan dimana saja.
“Untuk itu, saya minta agar seluruh
Dansat, baik Kowil maupun Satpur, Banpur dan Kabalak agar menyiagakan satuannya sesuai tugas pokok masing-masing bila terjadi bencana, demikian juga agar seluruh prajurit jajaran Kodam XIV/Hasanuddin supaya tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam banjir di wilayah masing-masing sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana, dapat segera diatasi”, ucap Dandim menutup amanat dari Kodam XIV/Hasanuddin.
Usai pelaksanaan upacara, Letkol Inf. Novyaldi, SE, kembali membangkitkan spirit serta memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit terkait tugas pokok dan pelaksanaan amanat dari Panglima Kodam XIV/Hasanuddin. (Er)







Komentar