PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Dalam rangka menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Pasangkayu, Pimpinan Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan bagi pasien Covid-19 yang di isolasi/dikarantina mandiri.
Kegiatan yang digelar di ruang rapat Bupati ini, dipimpin langsung oleh Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, SH, didampingi Kepala Tata Pemerintahan, Mohammad Hatta beserta para staf Ahli, Jum’at (23/07/21).
Sementara Pimpinan Forkopimda lain yang hadir yakni, Ketua DPRD Pasangkayu, Hj. Alwiaty, Dandim 1427/Pasangkayu, Letkol Inf. Novyaldi, SE, Kapolres Pasangkayu, AKBP Leo H Siagian SIK. M.Sc, Mewakili Kajari, Muhammad Jauhari, Kepala Pengadilan, I Gusti Ngurah Agung Aryanta serta perwakilan dari Dinas Kesehatan, Iin, SKM.
Dalam rapat tersebut Bupati Pasangkayu, H.Yaumil Ambo Djiwa, SH, menekankan kepada Satgas Covid-19 yang bertugas di Desa, Kecamatan dan Kabupaten untuk fokus pada penanganan pasien Covid-19.
“Semua harus dilaksanakan dengan mekanisme yang ketat, agar penyebaran dan angka positif covid dapat ditekan”, ucap Yaumil.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada pimpinan Forkopimda yang hadir untuk melaporkan perkembangan situasi penyebaran covid-19 serta saran terhadap metode penanganan pasien covid yang telah dilakukan selama ini.
Dikesempatan itu, Kapolres Pasangkayu, AKBP Leo H Siagian SIK, MSc menyampaikan, angka positif covid disalah satu kecamatan saat ini meningkat. Olehnya itu, dibutuhkan penanganan dan pengawasan yang ketat, sehingga penyebarannnya dapat ditekan.
“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan beberapa Kepala Desa di wilayah tersebut untuk sementara waktu tidak mengadakan sholat Jum’at di mesjid dan meminta pengertian warga untuk melaksanakannya di rumah sementara waktu”, terang Leo.
Dikesempatan yang sama, Dandim 1427/Pasangkayu, Letkol Inf. Novyaldi, SE, menyarankan agar pemerintah menyiapkan tempat khusus bagi pasien covid yang nyaman, tidak tertekan dan stres ketika menjalani isolasi mandiri.
Selain itu, menurut pantauan pihaknya, saat ini sebagian masyarakat seakan tidak piduli lagi terhadap Covid-19. Ini dilihat dari masih terdapat kerumunan dibeberapa titik serta cara sebagian warga dalam menggunakan masker tidak menutup mulut dan hidung atau hanya sampai di dagu saja.
“Dengan kondisi demikian, maka sosialisasi harus terus dilakukan, jika masih terdapat warga yang bandel, sangat perlu diberikan sanksi yang dapat menyadarkan mereka untuk menerapkan Prokes dengan baik”, tutur Novyaldi.
Sementara perwakilan dari Dinas Kesehatan, Iin, SKM menuturkan, bahwa untuk penanganan pasien yang di isolasi mandiri, harus disiapkan dokter dan perawat khusus. Mereka yang menangani pasien covid ini sebisa mungkin tidak lagi disibukan dengan urusan pasien lain.
Lanjut Iin, jika dokter dan perawat telah diberikan tugas menangani pasien covid, maka mereka tidak boleh lagi diikutkan dalam pelaksanaan vaksinasi atau kegiatan lain untuk sementara waktu, sehingga penangannya lebih ketat dan teratur.
“Semoga masukan/saran ini dapat menjadi pertimbangan sebagai metode percepatan penanganan Covid-19 ke depan”, tutup Iin.
Sementara itu, peserta rapat yang lain pun juga memberikan saran yang sama untuk penanganan pasien covid dan percepatan penanganan terhadap pandemi ini. (Er)







Komentar