oleh

Dinas P2KBP3A Pasangkayu dan Mateng Teken MOU Percepatan Penurunan Stunting Dengan UNTAD Palu

PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Dinas P2KBP3A kabupaten Pasangkayu dan Mamuju Tengah (Mateng), difasilitasi oleh Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat (Sulbar) lakukan perjanjian kerjasama atau penandatanganan MOU dengan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jum’at (28/04/23).

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Rektorat Untad Palu ini, dihadiri Rektor Untad Palu, DR. Ir. Amar, ST, MT, IPU, Asean Eng, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Nuryamin, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny Calvenny Soriton, Kadis P2KBP3A, Suri Fitriah, Kadis P2KBP3A Mamuju Tengah, Hj. Nahda, Ketua LPPM Untad Palu, DR. M. Rusydi serta para Dekan.

Penandatangan MOU dengan Untad ini merupakan wujud keseriusan untuk melibatkan semua unsur, sebagai upaya bersama terhadap percepatan penurunan stunting di wilayah Sulbar.

Kerjasama dengan perguruan tinggi ini merupakan kegiatan penguatan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting melalui program Mahasiswa ‘Penting’ (Peduli Stunting).

Ketfot : Kadis P2KBP3A kabupaten Pasangkayu, Suri Fitriah, S.sos, M.Si saat terima cinderamata dari Ketua LPPM Untad Palu, DR. M. Rusydi
Ketfot : Kadis P2KBP3A, Suri Fitriah, S.sos, M.Si saat sambutan dihadapan Rektor Untad Palu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Sulteng dan para Dekan
Ketfot : Foto bersama Ketua LPPM Untad Palu (kiri), Kadis P2KBP3A Pasangkayu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Rektor dan Kadis P2KBP3A Mateng

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Nuryamin, mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Sulbar, pihaknya melibatkan semua unsur termasuk perguruan tingggi yakni Untad Palu.

Lanjutnya, seperti diketahui lima kabupaten di Provinsi Sulbar mengalami kenaikan angka stunting dan hanya kabupaten Pasangkayu yang turun.

Namun demikian sambung Nuryamin, Pemprov Sulbar melalui Perwakilan BKKBN, terus bekerja maksimal dengan semua pihak termasuk TNI-Polri, dan kali ini perguruan tinggi juga dilibatkan dalam upaya mengenjot percepatan penurunan sunting.

“Kami harap melalui kerjasama ini, pihak Untad melalui program Mahasiswa ‘Penting’, dapat berkontribusi positif terhadap penekanan stunting yang masih tinggi di Sulbar,” ujarnya.

Menurutnya, penekanan angka stunting ini tidak mesti bergantung pada penganggaran saja, tapi yang lebih penting ialah bagaimana membangun koordinasi yang baik dengan semua unsur, termasuk dengan pihak universitas.

“Semoga kerjasama ini dapat membawa perubahan positif terhadap percepatan penurunan stunting di Sulbar,” harapnya.

Dikesempatan yang sama, Kadis P2KBP3A kabupaten Pasangkayu, Suri Fitriah, menuturkan, melalui kolaborasi lintas sektor, stunting di kabupaten Pasangkayu saat ini memang mengalami penurunan, namun belum maksimal.

Sebab menurutnya, berbagai kendala dihadapi di lapangan antaranya, akses jalan dibeberapa desa yang sulit dilalui dan pernikahan anak cukup tinggi, sehingga dibutuhkan edukasi yang intens oleh seluruh tim penanganan stunting.

“Semoga kerjasama melalui program Mahasiswa ‘Penting’ membawa perubahan signifikan terhadap percepatan penurunan stunting di Sulbar, khususnya kabupaten Pasangkayu,” tuturnya.

Olehnya itu kata Suri Fitriah, kolaborasi dengan Mahasiswa kedepan ialah bagaimana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta memperhatikan faktor-faktor pertumbuhan dan perkembangan balita.

“Sasaran utama edukasi yang dilakukan yakni, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki anak usia di Bawah Dua Tahun (Baduta),” paparnya.

Ia menambahkan, upaya percepatan penurunan stunting kedepan diharapkan tidak lagi mengandalkan kegiatan yang bersifat seremonial, namun lebih fokus pada edukasi dan pendampingan maksimal terhadap keluarga beresiko stunting.

“Kegiatan-kegiatan bersifat seremonial yang tidak berdampak signifikan pada penurunan stunting harus diminimalisir dan fokus pada edukasi, pendampingan maupun metode yang difahami masyarakat,” tekan Suri Fitriah.

Sementara Rektor Untad, Amar, menyambut baik kerjasama ini dan pihaknya siap berkontribusi terhadap percepatan penurunan stunting di Sulbar.

“Berbagai metode dan upaya akan kita lakukan bersama, sehingga kedepan diharapkan Provinsi Sulbar tidak lagi berada di zona merah dan mampu menekan stunting sesuai target nasional,” pungkasnya. (Erwin)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *