PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat (Sulbar) gelar sosialisasi 7 dimensi lansia tangguh, di desa Lelejae, kecamatan Bulutaba, kabupaten Pasangkayu, Sabtu (29/04/23).
Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Nuryamin, Kadis P2KBP3A kabupaten Pasangkayu, Suri Fitriah serta para anggota kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Lepong Bulan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga Lanjut Usia (Lansia), guna mengetahui pola perawatan, pengasuhan dan pemberdayaan kaum lansia agar memiliki ketanggguhan.
Selain itu, seluruh keluarga nantinya memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menyiapkan dirinya menjadi lansia tangguh serta mendapat pengetahuan mendalam mengenai perawatan jangka panjang bagi lansia.
Nampak dikesempatan itu, Kadis P2KBP2A kabupaten Pasangkayu, Suri Fitriah, yang menjadi Narasumber/motivator pada giat tersebut mengedukasi kelompok BKL Lepong Bulan, sehingga mampu merubah perilaku anggota keluarga lansia menjadi terampil, sehat dan tidak pikun.

Ditemui media ini usai kegiatan, Kadis P2KBP3A kabupaten Pasangkayu, Suri Fitriah, menyebutkan, ada 7 dimensi lansia tangguh yang perlu diketahui para keluarga dalam merawat lansia yakni, dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional dan lingkungan.
Dengan memahami dan menguasai dimensi ini, kata Suri Fitriah, para lansia bisa belajar untuk menerima keadaan bahwa ia mengalami perubahan fisik dan psikis saat masuk usia sepuh, sehingga tetap sehat, tidak pikun, produktif dan mandiri.
“Ketujuh dimensi ini, dirangkum untuk meningkatkan kepekaan keluarga terhadap pelayanan lansia, agar mereka sehat, mandiri, produktif dan bahagia,” ujarnya.
Tak hanya itu kata Suri Fitriah, pemberdayaan lansia dalam keluarga merupakan hal penting yang harus diperhatikan, agar kelompok sepuh itu mampu menjalani usia senja dengan sikap positif. Hal ini menjadi modal dasar para lansia untuk dapat hidup bahagia dan sehat,” terangnya.
“Keluarga memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan lansia, agar mereka tetap hidup sehat, mandiri, aktif dan produktif,” tuturnya.
Olehnya itu sambungnya, pembinaan ini diberikan agar pengetahuan dan informasi perawatan bagi lansia bisa diberikan oleh keluarga secara optimal.
“Pembangunan keluarga, juga tidak terlepas dari peran penting perempuan di rumah, baik sebagai penggerak pembangunan, sekaligus sebagai motivator dalam peningkatan kualitas hidup keluarga,” pungkasnya. (Erwin)





Komentar