oleh

Pasi Ops dan Pasi Ter Dim 1427/Pasangkayu Hadiri Rakor Lintas Sektor Pencegahan TPPO

PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Pasi Ops Dim 1427/Pasangkayu, Letda Inf. Jaya Faisal bersama Pasi Ter Dim 1427, Letda Inf. Baso Etong, hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan kerjasama lintas sektor terhadap upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Aula Dinas P2KBP3A kabupaten Pasangkayu, Rabu (10/05/23).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kadis P2KBP3A Pasangkayu, Suri Fitriah, S.Sos, M.Si, Ketua Lembaga Bantuan Hukum kabupaten Pasangkayu, Baharuddin Polindi, SH, Pedsos Kemensos, Perwakilan Polres, Kejari, Rutan Kelas IIB/Pasangkayu, P2TP2A, LSM pemerhati Perempuan dan Anak serta instansi terkait lainnya.

Kadis P2KBP3A Pasangkayu, Suri Fitirah, dalam sambutannya mengatakan bahwa rapat koordinasi lintas sektor ini merupakan langkah awal upaya membentuk gugus tugas, guna memaksimalkan pengawasan dan pencegahan TPPO.

“Sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan TPPO, salah satunya adalah terciptanya produk hukum atau kebijakan nasional penanganan TPPO serta membuka pusat layanan rehabilitasi korban,” terang Ria sapaan akrab Kadis P2KBP3A Pasangkayu.

Ketfot : Suasana saat Rakor

Namun demikian, kata Ria, tidak dapat dipungkiri bahwa walaupun produk hukum sudah ada, namun perdagangan orang masih saja terjadi. Ini membuktikan masih membutuhkan sinergitas pihak terkait terhadap pencegahan dan penanganannya.

“Banyaknya kejahatan dan kekerasan yang terjadi saat ini dikarenakan dampak globalisasi. Salah satu bentuk kejahatan adalah Perdagangan Orang (Human Trafficking) dan kejahatan ini terjadi tidak hanya pada satu daerah/wilayah/dalam satu negara saja akan tetapi sudah terjadi antar negara,” terangnya.

Sementara diksempatan yang sama, Pasi Ops Dim 1427, Letda Inf. Jaya Faisal, menuturkan, TPPO merupakan kejahatan luar biasa yang harus kita cegah dan pastikan tidak terjadi, utamanya di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

Lanjut Jaya Faisal, pihaknya melalui Babinsa sebagai garda terdepan dimasyarakat, siap bersinergi dengan seluruh elemen untuk mengedukasi masyarakat maupun para remaja, utamanya perempuan yang rawan menjadi korban TPPO.

“Kami dari Kodim 1427/Pasangkayu siap bersinergi melakukan upaya-upaya pencegahan, terutama melakukan pengawasan terhadap wilayah-wilayah perbatasan. Sebab, kabupaten Pasangkayu merupakan wilayah perlintasan yang berpotensi memberikan kemudahan akses bagi pelaku kejahatan TPPO,” urai Jaya Faisal.

Semengara itu, dari instansi terkait yang juga diundang dalam rapat koordinasi, juga memberikan masukan yang sama terhadap upaya pencegahan dan penanganan TPPO. (Erwin)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *