PASANGKAYU, Sulawesiterkini.net – Hari ke-6 Kunjungan Kerja (Kunker) dengan tujuan percepatan penurunan stunting, Ketua TP PKK kabupaten Pasangkayu, Aulia Yaumil, sasar kecamatan Sarudu, kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).
Sasaran Kunker di kecamatan Sarudu ini antaranya, desa Patika, Sarudu dan Doda, Selasa (07/02/23).
Seakan tak kenal lelah, Aulia Yaumil, terus melangkah dari desa ke desa, guna memotivasi kader PKK untuk membantu percepatan penurunan stunting di kabupaten Pasangkayu.
Nampak antusias kader PKK dan warga sambut kedatangan Aulia Yaumil.



Ketua PKK Desa Sarudu, Marnia SPd, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kedatangan Ketua TP PKK Pasangkayu.
Ia juga melaporkan bahwa saat ini dasawisma di desa Sarudu berjumlah 43 kelompok dan siap berperan aktif dukung percepatan penurunan stunting.
“Dasawisma desa Sarudu siap bekerja keras dan berperan aktif dalam Percepatan penurunan stuting,” tegasnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua PKK kecamatan Sarudu, Siti Nasyra, melaporkan bahwa sejauh ini bidan desa cukup aktif melayani masyarakat.
“Namun, dibutuhkan peran aktif dasawisma untuk membantu bidan desa, dengan harapan dapat bersinergi untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” terangnya.
Sementara, Ketua TP PKK kabupaten Pasangkayu, Aulia Yaumil, mengatakan Kunkernya ini memasuki hari ke enam dan masih panjang. Sebab, rencananya ia akan mengunjungi 59 desa dan 4 kelurahan, untuk memotivasi kader PKK bergerak dalam percepatan penurunan stunting.
Disamping itu, Aulia Yaumil, kembali tekankan dasawisma untuk bersinergi dengan kader Posyandu, guna mengajak dan mengedukasi masyarakat ke Posyandu untuk pemeriksaan kesehatan.
“Sebagai akar PKK, peran Dasawisma sangat penting terhadap keberhasilan sebuah misi yang ingin dicapai PKK,” ujarnya
Sebab, sambung Aulia, kunci keberhasilan PKK adalah dari Dasawisma, jika berjalan baik, maka misi percepatan penurunan stunting ini akan berhasil secara maksimal.
“Terus edukasi masyarakat tentang resiko stunting dan ajak mereka untuk bersama-sama membangun ketahanan pangan,” pungkasnya. (Erwin)





Komentar